Cari Blog Ini

Selasa, 18 Mei 2010

POST INTERVENTION OF ALPHA TOCOPHEROL


Berdasarkan data dari penelitian alpha tocopherol, beta caroten dalam pencegahan kanker menunjukkan data bahwa suplemen alpha tocopherol dapat menurunkan resiko gangguan pada otak sebesar 14% dan beta caroten dapat meningkatkan perdarahan pada otak bagian dalam sebesar 62%.

Hasil penelitian menunjukkan :

  • Selama 6 tahun penelitian sampel yang mengkonsumsi lebih banyak alpha tocopherol mempunyai resiko stroke lebih tinggi dibandingkan yang tidak mengkonsumsi alpha tocopherol. Untuk beta caroten tidak mempunyai pengaruh terhadap kejadian stroke. Untuk tingkat kesakitan stroke tidak ada perbedaan antara yang mengkonsumsi alpha tocopherol dan beta caroten.
  • Untuk gangguan pada otak menunjukkan hasil yang sama dengan resiko stroke yaitu konsumsi alpha tocopherol dapat menghindari dari gangguan otak dibandingkan dengan yang tidak mengkonsumsi alpha tocopherol.
  • Stroke dengan perdarahan dibagi 2, yaitu perdarahan pada otak bagian dalam (infark cerebral) dan sub archanoid. Pemberian suplemen alpha tocopherol tidak memberikan pengaruh terhadap resiko perdarahan otak bagian dalam, namun yang berperan adalah beta caroten. Pada sub archanoid menujukkan bahwa beta caroten dan alpha tocopherol tidak memberikan pengaruh.
  • Dosis yang diberikan adalah 50 mg alpha tocopherol dan 20 mg beta caroten.
  • Pembahasan Hubungan Beta Carotene dan Alpha Tocopherol pada stroke

Zat-zat yang dapat menyebabkan terjadinya ateroma atau ateroskelerosis merupakan salah satu bentuk radikal bebas. Nadi-nadi tertentu rentan terhadap plak, termasuk nadi-nadi koroner yang memasok pembuluh darah ke otot-otot jantung, ke otak dan nadi-nadi pada kaki. Jika keadaan ini berlangsung sesuai usia akan terjadi penyempitan lumen pembuluh darah sehingga membatasi aliran darah, merangsang terbentuknya bekuan darah dan kemudian aliran darah terganggu. Jika keadaan ini terjadi di otak maka akan mengakibatkan stroke.

Antioksidan atau reduktor berfungsi mencegah terjadinya oksidasi atau menetralkan senyawa yang telah teroksidasi, dengan cara menyumbangkan Hidrogen atau atom Hidrogen dan atau elektron. Antioksidan dalam tubuh dibedakan atas 3 kelompok, yaitu (1) antioksidan primer yang bekerja dengan cara mencegah terbentuknya radikal bebas yang baru dan mengubah radikal bebas menjadi molekul yang tidak merugikan, misalnya glutation peroksidase; (2) antioksidan sekunder yang berfungsi untuk menangkap radikal bebas dan menghalangi terjadinya reaksi berantai, misalnya vitamin C, vitamin E dan beta carotene; dan (3) antioksidan tertier yang bermanfaat untuk memperbaiki kerusakan biomolekuler yang disebabkan oleh radikal bebas,misalnya DNA repair enzyme.4

Tocopherol adalah suatu antioksidan yang sangat efektif,yang dengan mudah menyumbangkan hydrogen pada gugus Hidroksil (OH) dari struktur cincin ke radikal bebas sehingga radikal bebas menjadi tidak reaktif. Dengan menyumbangkan Hidrogen, Vitamin E sendiri menjadi radikal, tetapi lebih stabil karena elektron yang tidak berpasangan pada atom oksigen mengalami delokalisasi ke dalam struktur cincin aromatic. Alpha Tocopherol merupakan bagian /komposisi utama dari vitamin E yang dapat memecah lemak dan juga bisa berfungsi sebagai antioksidan . Alpha tocopherol dapat dibuat secara sintesis, tetapi 36% kurang aktif. berdaya melindungi thrombosis terhadap oksidasi dan dengan demikian mencegah terjadinya trombi dan trombose, sehingga melancarkan sirkulasi darah, menstimulir pelepasan sel dan menghambat pembentukan parut (bekas luka). Alpha tocopherol juga menghambat sintesis kolesterol.3 Sebagai antioksidan, alpha tocopherol melindungi asam lemak tak jenuh terhadap oksidasi oleh radikal oksigen yang biasanya dibebaskan pada proses metabolisme dalam hati. Bila tidak berhasil mencegah pembentukan tersebut akan nada sistem pertahanan lain yang berperan. ALTJG : OH dapat dilepaskan dari fosfolipida oleh enzim fosfolipase A dan dimusnahkan dalam sitoplasma sel oleh enzim glutation peroksidase. Dosis vitamin E adalah 1 mg dl α tocopherolasetat = 0,74 mg d α tocopherolasetat. 1 mg vitamin E = 1,5 IU d α tocopherol. Gangguan terjadi jika mengkonsumsi lebih dari 600 mg sehari ( 60 – 75 kali kecukupan). Dosis tinggi juga dapat menngkatkan efek antikoagulan yang digunakan untuk mencegah penggumpalan darah.1.2

Beta carotene adalah provitamin A terpenting yang memiliki khasiat antioksidan spesifik untuk mentralkan oksigen singlet reaktif dan mencegah pembentukan radikal peroxyl akibat peroksidasi lipida. Beberapa beta carotene yang kita makan diubah menjadi vitamin sesuai dengan kebutuhan tubuh. Beta carotene dikenal tidak memiliki racun untuk segala takaran sehingga bentuknya lebih aman dari vitamin A.5

Beta carotene dapat dikonsumsi sebanyak 25 – 200 mg sehari. 1mg β carotene = 5556 IU vitamin A. Dosis menimbulkan toksisitas jika mengkonsumsi sekitar 40.000 – 55.000 RE/hari dalam jangka waktu lama.4

Pada penelitian, sampel yang mengkonsumsi lebih banyak alpha tocopherol mempunyai resiko stroke lebih tinggi dibandingkan yang tidak mengkonsumsi alpha tocopherol. Beta caroten juga tidak mempunyai pengaruh terhadap kejadian stroke. Untuk tingkat kesakitan stroke tidak ada perbedaan antara yang mengkonsumsi alpha tocopherol dan beta carotene.

Untuk gangguan pada otak menunjukkan hasil yang sama dengan resiko stroke yaitu konsumsi alpha tocopherol dapat menghindari gangguan otak dibandingkan dengan yang tidak mengkonsumsi alpha tocopherol.

Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa alpha tocopherol dan beta carotene dapat bermanfaat untuk menghindari gangguan otak pada penderita stroke melalui aksi antioksidannya. Namun alpha tocopherol ini justru meningkatkan resiko stroke karena dosis tinggi yang diberikan dalam waktu lama, sehingga menjadikan pemecahan gugus reaktif OH pada vitamin E, padahal tubuh tidak memerlukannya. Dengan lepasnya

gugus OH, maka ikatannya menjadi tidak stabil dan mengakibatkan terbentuknya radikal bebas yang baru. Selain itu mungkin juga disebabkan oleh waktu penelitian masih belum cukup lama atau karena pemberian pada sampel-sampel tersebut hanya bisa mencukupi kebutuhan tubuh untuk pencegahan, bukan untuk pengobatan, meskipun sudah merupakan dosis tinggi diatas kecukupan harian normal. karena kurangnya konsumsi kedua jenis antioksidan tersebut.

Hasil penelitian ini masih perlu diteliti lebih lanjut,misalnya dengan memperhatikan jenis kelamin, faktor usia dan juga dosis yang diberikan. Selain itu perlu dipertimbangkan juga kadar alpha tocopherol dan beta carotene tubuh sebelumnya juga dengan metode penelitian yang berbeda,yaitu Kasus Cohort.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar