Cari Blog Ini

Minggu, 23 Januari 2011

Menghitung BMI pada pasien yang diamputasi

Untuk menghitung BB pada pasien yang diamputasi dapat digunakan rumus berdasarkan ADA, 2002 sebagai berikut :

contoh :
Untuk menghitung BB pada seorang pria dengan TB 165 cm dan BB 60 kg yang baru diamputasi lengan bawahnya :

Estimated BW (kg) = BB pengukuran x 100

[ 100-(% berat amputasi)]

= 60 x 100

100 – (1,6)

= 60 x 100

98,4

= 60 x 100 = 60,97 kg

98,4

Jadi perkiraan BB pria tersebut adalah 60,97 kg

Sedangkan untuk mengetahui BMI pria tersebut dapat digunakan rumus :

BMI adjusment = BB pengukuran x 100

TB2 (m)x [100-(%berat amputasi)]

= 60 x 100

2,56 x (100 – 1,6)

= 60 x 100

2,56 x 98,4

= 60 x 100 = 0,238 x 100 = 23,8

251,904

Sumber :Guidelines for Nutrition care of renal patients third edition, Kerri L. wiggins, 2002
Berdasarkan kategori BMI untuk Asia, maka pria tersebut berada dalam status gizi normal




Sabtu, 22 Januari 2011

Manfaat buah Nanas

Nanas adalah salah satu dari beberapa buah yang mempunyai kandungan aspartic acid yang cukup tinggi. Asam aspartic berfungsi sebagai asam amino di dalam tubuh kita sehingga membantu proses metabolisme tubuh. Asam ini juga membantu membuang asam amonia di dalam tubuh. Amonia adalah racun yang berbahaya bagi sistem saraf pusat.
Manfaat lain dari nanas
Hampir sama dengan pisang, nanas juga mengandung serat yang berguna untuk membantu proses pencernaan, menurunkan kolesterol dalam darah dan mengurangi resiko diabetes dan penyakit jantung. Serat dari 150 gram nanas setara dengan separuh dari jeruk. Selain itu kandungan vitamin dan mineral menjadikan nanas sumber yang bagus untuk vitamin C dan berbagai macam vitamin lainnya.
Asam chlorogen, yaitu antioksidan yang banyak terdapat di buah-buahan juga dapat ditemukan pada nanas. Asam ini memblokir formasi dari nitrosamine, zat yang dapat menyebabkan kanker. Nitrosamine terbentuk ketika daging olahan yang diberi pengawet dipanaskan pada suhu tinggi.
Penelitian menyebutkan nanas mempunyai asam amino esensial dan non esensial untuk membantu memperkuat sistem imun dalam tubuh, mengatasi kelelahan dan meningkatkan stamina dan energi. Zat valine dan leucine yang terdapat di dalam nanas juga dibutuhkan oleh tubuh kita untuk pertumbuhan dan memperbaiki jaringan otot. Zat ini juga termasuk salah satu zat esensial yang diperlukan untuk mempertahankan kadar energi tubuh kita. Zat amino non esensial, proline, penting untuk mempertahankan fungsi sendi dan tendon serta menguatkan otot jantung.
Nanas mengandung cystine yang berguna untuk pembentukan kulit dan rambut kita, membentuk formasi kulit dan mempercepat penyembuhan luka. Cystine juga membantu memperlambat proses penuaan dini.
Pertimbangan sebelum mengkonsumsi nanas
Bagi beberapa orang, mengkonsumsi nanas terlalu banyak dapat menyebabkan sakit kepala. Nanas dapat menimbulkan reaksi alergi pada sebagian orang. Sebagian orang dapat merasakan gejala alergi seperti kulit menjadi merah dan gatal setelah mengkonsumsi nanas. Untuk menghindari hal ini, potong dan celupkan nanas ke dalam air garam sebelum dikonsumsi.
Dalam kasus alergi serius, bibir dan mulut dapat menjadi bengkak setelah mengkonsumsi nanas. Selain itu nanas juga dapat menyebabkan diare atau mual pada sebagian orang. Hal ini dapat terjadi jika orang yang alergi terhadap nanas mengkonsumsi nanas dalam jumlah besar.
Beberapa tips dalam memilih nanas yang baik
Nanas dapat berwana hijau atau kuning warnanya. Ketika memilih nanas, pilihlah nanas yang berat. Hal ini menandakan tingkat kesegarannya. Untuk melihat apakah nanas yang Anda pilih sudah matang atau belum, andalkan indra penciuman Anda. Buah nanas yang sudah matang mempunyai bau yang kuat, manis dan khas.
Buah nanas yang tidak matang terasa sangat kecut. Ketika nanas yang belum matang dipanen dari tanamannya, buah tersebut tidak akan bisa menjadi lebih matang lagi. Buah nanas yang tidak matang tersebut akan mulai membusuk. Karena buah nanas tidak mempunyai cadangan yang bisa diubah menjadi gula.
Rasa dan aroma dari buah nanas membuat buah tersebut sering dipakai sebagai hidangan pembuka. Selain itu nanas juga digunakan sebagai bumbu masakan karena rasanya yang khas

Minggu, 16 Januari 2011

Abstrak Penelitian

Latar Belakang : Hipertensi merupakan penyakit degeneratif yang banyak dijumpai di masyarakat. Salah satu faktor risiko terjadinya hipertensi adalah obesitas. Risiko hipertensi meningkat dengan berkembangnya obesitas, terutama tipe sentral/abdominal. Di Indonesia, penelitian yang mempelajari indikator-indikator obesitas dan hubungannya dengan hipertensi masih sangat terbatas.

Tujuan : Mengetahui hubungan antara beberapa indikator obesitas dengan hipertensi pada pasien di Poliklinik Penyakit Dalam RSUD Ulin Banjarmasin.
Metodologi : Desain penelitian adalah Case Control Study, dengan perbandingan kasus dan kontrol 1 : 1 dengan matching umur dan jenis kelamin. Jumlah subyek penelitian 84 orang yang diambil dengan metode purposive sampling. Pada sampel dilakukan pengukuran tekanan darah dan antropometri meliputi Indeks Massa Tubuh (IMT) , lingkar pinggang dan rasio lingkar pinggang terhadap lingkar panggul (RLPP) Uji yang digunakan untuk melihat ada tidaknya hubungan masing-masing indikator obesitas dengan hipertensi adalah Uji Chi- Square/ Uji Fisher dengan α=0,05. Odds Rasio (OR) juga dihitung untuk mengetahui besar risiko setiap variabel terhadap hipertensi. Uji Multivariat digunakan untuk mengetahui faktor dominan yang berhubungan dengan hipertensi essensial.
Hasil : Hasil uji bivariat menunjukkan bahwa terdapat lima variabel yang berhubungan secara signifikan terhadap hipertensi esensial yaitu IMT (OR:4,500, 95% CI:1,793-11,293), RLPP (OR:5,032, 95% CI : 1,644-15,644), keturunan (OR:2,925, 95% CI:1,205-7,099), konsumsi natrium (OR:3,200, 95% CI=1,258-8,133) dan konsumsi lemak total (OR:2,941, 95% CI: 1,208-7,159), sedangkan lingkar pinggang, stres, kebiasaan olahraga, kebiasaan merokok dan konsumsi alkohol tidak menunjukkan hubungan yang bermakna secara statistik (p > 0,05).

Kesimpulan : RLPP merupakan indikator obesitas dan faktor yang paling dominan berhubungan dengan kejadian hipertensi esensial, sedangkan IMT dan asupan lemak total merupakan counfonder pada kejadian hipertensi esensial pada pasien di Poliklinik Penyakit Dalam RSUD Ulin Banjarmasin.